• Breaking News

    Sabtu, 19 Juli 2014

    Curhat Ramadhan Perdana Pasca Revolusi



    Curhat Ramadhan Perdana Pasca Revolusi

    Kemarin ba’da Ashar tepatnya tanggal 18 Juli 2014 di lantai bawah Imaroh 208, DPI bagian Pendidikan yang dikoordinatori oleh Agus Mujib sukses menjalankan program curhat ramadhan yang pertama kalinya semenjak revolusi Libya. 
    Curhat ramadhan untuk  perdana ini materinya dibawakan oleh Ust. Eling Fanny Ardhiyanto, Lc dengan tema “ Hikmah Ramadhan” dengan pembawa acaranya Kor. Pendidikan, saudara Agus Mujib. Acara yang dilangsungkan oleh bagian pendidikan ini berjalan cukup meriah dengan dihadiri belasan Anggota KKMI termasuk Akhwat. 
    Konsep acara itu menyesuaikan dari  program curhatan itu sendiri, maksudnya tidak hanya pemateri saja yang bisa aktif dalam berbicara namun semua anggota yang hadir juga bisa secara bebas berpendapat, sharing ilmu dan pengalaman. konsep yang diterapkan ini  berhasil membuat acara ini sangat  menarik, terbukti dari minatnya dan keaktifan para peserta yang hadir untuk berbagi pengalaman  dan ilmu.
    Kesuksesan acara  ini juga ditunjang dari pembawaan Ustd. Eling sebagai pemateri  yang cukup pandai memancing pertanyaan kepada seluruh peserta yang hadir, dimulai dari pertanyaan apa itu Hikmah Ramadhan ? kenapa puasa harus 30 hari ? dan apa bedanya puasa yang dilakukan orang yang sudah menikah dengan yang masih bujang ? pertanyaan yang terakhir cukup mengundang sedikit tawa dan memecah susasana yang hening, entah kenapa ? mungkin mahasiswa disini sensitif ataukah memang kebelet kawin ? Wallau A’lam Bish-Showab .
    Menjelang selesainya acara, suasananya makin menarik ketika hampir setiap anggota menceritakan pengalamanya tentang keajaiban rezeki yang mereka dapatkan di bulan Ramadhan. diantaranya saudara  Mikael dan Hilmi yang merasakan keajaiban rezeki itu benar-benar nyata hadir dalam kehidupan mereka  berdua. Saudara Mikael pernah bershodaqoh  100 dolar kemudian selang sehari langsung  mendapatkan gantinya dari Allah SWT sebesar 1000 Dinar. Begitu juga dengan Hilmi pernah menyumbangkan 200 dolar namun dalam tempo yang sebentar juga ia mendapat rezeki yang tak terduga dengan nominal 2000 dinar.
    Acara ini selesai ketika dikumandangkannya adzan Maghrib yang menadai waktu Iftor telah tiba. Adapun  bagian Pendidkan  sudah menyiapkan menu Iftor, yaitu Kurma, susu dan teh hangat. Selesai iftor para mahasiswa langsung menunaikan sholat maghrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan makan makanan berat dan diakhiri dengan sholat ghaib untuk saudari Gusti Rahmah seorang mahasiswi Mesir yang meninggal karena mempertahankan kehormatanya dari sekawanan perampok.   
    Departemen Jurnalistik dan kepustakaan   
    Posting Komentar