Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

PROFIL KKMI

PROFIL Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI)   2008-2009 M/1229-1230 H 1. PEMBUKAAN Indonesia yang terkenal dengan kemajemukannya memiliki cerita tersendiri tentang mahasiswanya. Mahasiswa yang sejak awal kemerdekaan RI memberikan kontribusi positif bagi perkembangan nasional, perlahan menjelma menjadi komunitas sosial paling kritis dan peka terhadap perubahan. Hal ini tentu saja adalah berkah demokrasi Indonesia yang senantiasa menuju kea rah yang lebih baik. Di tengah iklim kondusif Indonesia, mahasiswa juga tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai sebuah komunitas   yang mempunyai tugas prioritas sebagai pencari ilmu agar mendukung perkembangan ilmu pengetahuan tanah air. Tanggung jawab akademis dan sosial adalah konsekuensi logis dari perannya sebagai mahasiswa. Mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri memiliki identitas, peran, dan tanggung jawab yang hampir sama. Bahkan, dengan iklim luar negri yang membuat mahasiswa lebih luas dalam bersentuhan

JIHAD WITHOUT THE GUN

JIHAD WITHOUT THE GUN Oleh : Agus mujib ( Mahasiswa tahun 2 Kulliyah ) Kata jihad memang tidak asing lagi di telinga kita terutama bagi orang islam k arena hal ini merupakan perintah Allah untuk membela agama islam. Jihad sendiri berasal dari kata جهد   yang artinya bersungguh-sungguh atau berusaha. Secara istilah khusus jihad bermakna “ perang melawan kaum kafir atau musuh-musuh islam”. makna istilahi   inilah yang acapkali terkadang membuat fobia bagi yang mendengarnya. So, janganlah terlalu risau dengan hal itu karena jihad sendiri dalam islam tidaklah semua berkaitan dengan perang yang berbekal senjata, tank-tank tempur yang besar ataupun pesawat tempur yang bisa meluluhlantahkan bangunan-bangunan menjulang tinggi yang menjadi sasarannya. Tentunya jihad tidak semua identik dengan membunuh seseorang ataupun kelompok yang sebenarnya islam sendiri bukanlah dilahirkan untuk itu semua dan walaupun ada perintah tersebut itupun setelah mendapati keadaan yang sangat

Semaraknya mau’idzah hasanah namun terkikisnya uswatun hasanah

Semaraknya mau’idzah hasanah namun  terkikisnya uswatun hasanah Agus mujib (Mahasiswa  Tahun 2 Kulliyah ) Seiring bergulirnya waktu banyak sekali perubahan yang menimpa kehidupan manusia. Islam sebagai agama yang dilahirkan untuk menerangi umat manusia  memiliki peranan yang sangat urgen  dalam mengantarkan dan memposisikan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling mulia diantara makhluk-makhluk yang lain. Cukuplah menjadi dalil bahwa iblis dan malaikatpun diperintah untuk bersujud kepada Adam. Islam dari awal berdirinya hingga saat ini berperan dalam mengarahkan umat manusia kepada akhlak yang mulia baik secara individu maupun sosial bahkan terhadap alam dan segala isinya. oleh karena itu, sebagai umat terbaik disisi Allah, umat islam mempunyai tugas yang mulia yaitu menyeru kepada yang baik dan mencegah kepada yang munkar. Namun, dewasa ini kita banyak menyaksikan disekitar kita banyak sekali para muballigh, para khatib, para motivator dan lain sebagainya ya

Senja di Tengah Gelora Libya

Senja di Tengah Gelora Libya Oleh : Riyadi S. Harun ( Ma'had Tsani Ta'hili ) Saat itu, matahari mulai terbenam secara perlahan. Namun, cahayanya yang begitu terang masih sangat terasa ketika tidak ada sekumpulan awan pun yang menghalagi dahsyatnya kilauan sang penguasa siang.Sambil menikmati secangkir kopi robusta hangat yang saya siapkan beberapa saat yang lalu, saya jadi teringat akan pengalaman pertama saya ketika hijrah ke tanah Libya ini yang begitu mengesankan.  Berawal dari sebuah inbox yang masuk ke handphone saya saat jam belajar masih berlangsung dan saya memilih untuk mengambil handphone yang tersimpan di saku kanan celana saya untuk membacanya, “Di, Alhamdulillah kalian uda diterima di Libya, dan aku baru dapat kabar kalau visa kalian uda keluar, kalau bisa secepatnya kalian ke Jakarta buat ngurus visa, nanti kita bisa berangkat sama-sama”. Ternyata itu sebuah pesan dari kawan saya yang beberapa bulan lalu mengurus berkas murasalah kami untuk melanjut