• Breaking News

    Jumat, 18 Desember 2015

    Beberapa Kelalaian Yang Harus Dihindari Bagi Mahasiswa Yang Belajar di Luar Negeri

    Beberapa Kelalaian Yang Harus Dihindari Bagi Mahasiswa Yang Belajar di Luar Negeri
    Oleh : Agus mujib

    Belajar di luar negeri memang menyimpan sejuta cerita. Susah dan senang, suka duka, tawa maupun canda selalu menjadi bumbu-bumbu pelengkap dalam melewati hari-hari para mahasiswa yang meninggalkan tanah air untuk menuntut ilmu. Tentunya hal ini membutuhkan perjuangan yang luar biasa bagi setiap orang yang ingin menimba ilmu di negeri orang mulai dari membekali diri dengan kursus bahasa asing seperti ; bahasa inggris, bahasa arab, jerman dan sebaginya. Belum cukup sampai disini kita harus juga cari-cari info sana sini dengan harapan memperoleh kualitas ilmu yang lebih baik dan juga bisa bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama tentunya. 

    Namun tahukan sobat? Sebagai manusia biasa terkadang kita terlena dengan apa yang kita jalani. Terbuai dengan kesenangan semata dan lupa akan tujuan utama. Jauh-jauh belajar ke negri orang namun terkadang tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini beberapa kelalaian yang terjadi bagi mahasiswa yang belajar di luar negri khususnya dan tidak menutup kemungkinan bagi rata-rata kebanyakan mahasiswa yang ada. Penulis mencoba mengulas beberapa fenomena yang ada dan pernah di alami penulis bersama teman-teman lainnya selama belajar di negri orang. Tulisan sederhana ini lebih khusus dalam rangka menasehati diri sendiri yang sedang menempuh pendidikan di negri orang dan umumnya buat teman-teman seperjuangan. Berikut beberapa kelalaian yang terkadang tanpa disadari menyita waktu belajar kita. Berikut diantaranya : 

    1. terlalu sering kumpul-kumpul sesama orang indonesia. 
    Pemandangan seperti ini biasanya banyak terjadi bagi pelajar atau mahasiswa yang belajar di luar negri. Jauh dari keluarga dan tanah air tentunya tidaklah mudah. salah satu obatnya adalah berkumpul dengan teman-teman se negara sebagai pengobat rasa rindu. Biasanya didalamnya diisi dengan acara masak-masak, ngobrol-ngobrol, bahkan curhat tentang daerah masing-masing. Hal ini sebenarnya sangatlah wajar. Namun dengan kadar yang berlebihan terkadang bisa melemahkan kemampuan bahasa asing kita. Contohnya: seorang mahasiswa yang belajar di negri Arab tentunya di tuntut untuk lancar berbahasa arab. Namun karena seringnya berkumpul dengan teman se negara maka biasanya akan sering berbahasa indonesia dan secara otomatis akan mengurangi kemampuan bahasa arabnya. Skill berbahasa kalau tidak diolah dengan praktek secara kontinyu maka secara otomatis akan berkurang. Seperti pepatah mengatakan “ alah bisa karena biasa”.

     2. terlalu sering nonton film dan main game. 
    Nonton film dan main game tentunya dilakukan sebagai ajang refreshing melepas penat dalam belajar. Hal ini sah-sah saja dilakukan. Namun terkadang kita tidak bisa mengatur waktu kita antara belajar dan main game. Sehingga yang ada adalah ketagihan nonton film dan main game yang mengakibatkan lalai dalam belajar. Walhasil ketika belajar di kelas kita dirundung rasa kantuk dan malas karena semalaman nonton film atau maen game. 

    3. Tergiur atau sibuk dengan beberapa pekerjaan sambilan.
    Terkadang tidak semua mahasiswa indonesia yang belajar di luar negeri mendapatkan fasilitas beasiswa yang lengkap seperti uang saku, tempat tinggal, makan dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan sebagian dari kita terpaksa banting setir untuk mencari tambahan uang untuk membiayai keperluan studi. Hal ini sangatlah wajar asalkan kita juga harus pintar-pintar mengatur waktu kita untuk belajar. Namun lain halnya dengan dengan mahasiswa yang memperoleh fasilitas beasiswa yang lengkap lantas tergiur dengan pekerjaan yang menjanjikan gaji yang lumayan sehingga lupa akan tugas pokok sebagai mahasiswa untuk menuntut ilmu secara maksimal. Walhasil, kuliah yang harusnya selesai tepat waktu malah terhambat beberapa tahun. Dan meskipun selesai tepat waktu namun tidak memperoleh hasil yang memuaskan. 

    4. Terlena dengan fasilitas beasiswa yang megah.
     Hal ini terkadang terjadi di beberapa negara yang memberikan fasilitas megah bagi para mahasiswa. Dengan uang saku perbulan yang cukup besar dan jatah mudik setiap tahun menjadikan kita terlena dengan kemegahan yang ada dan malah menjadi berambisi untuk mengumpulkan uang banyak ketika pulang nanti. Sifat alami manusia yang selalu merasa tidak puas bisa mendorong untuk selalu menginginkan lebih. Dan yang lebih parah lagi menurut beberapa cerita teman-teman sampai ada mahasiswa yang sengaja menggagalkan diri dalam ujian sehingga harus mengulang tahun karena bisa lebih lama menikmati fasilitas beasiswa dan mengumpulkan uang lebih banyak. Fasilitas yang lebih seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena dengan itu seharusnya kita tidak memikirkan apapun selain belajar dan belajar.

    5. Terlalu asyik bermain di dunia maya.
    Di zaman yang serba modern dan canggih ini umat manusia dimanjakkan dengan akses tanpa batas untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi dimana saja dan kapan saja dengan cepat. Dewasa ini berbagai macam akun sosial tak kalah ramainya dengan warung-warung atau kafe-kafe bahkan pertandingan sepakbola yang biasanya menarik jutaan penonton. Di dunia maya dengan berbagai akun sosial didalamnya memanjakkan orang untuk sekedar eksis, komunikasi, curhat dan sebagainya tanpa mengenal jarang dan waktu. Hal ini bisa dinikmati semua orang kapanpun dan dimanapun. Hanya berbekal Gadget sambil duduk santai tanpa terasa melewati waktu berjam-jam bahkan bisa sampai seharian penuh. Tidak dipungkiri bahwa internet menjadi kebutuhan wajib kebanyakan orang termasuk mahasiswa. Namun lagi-lagi penggunaan yang tidak terkontrol bisa membuat kita lupa diri dan mempunyai dunia baru disamping dunia nyata kita. 

    Barangkali itulah beberapa contoh kecil yang terjadi diantara mahasiswa khususnya yang sedang menempuh pendidikan di negri orang. Segala sesuatu yang tidak dikontrol dengan baik dan juga dilakukan dengan berlebihan akan berkibat fatal dan mengganggu kelancaran belajar kita. Selain itu motivasi yang kurang dalam diri kita bisa mempengaruhi kita dalam belajar sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi bahan introveksi diri kita selama ini yang terkadang lalai akan tujuan utama yang menjadi prioritas. Sebelum kita melangkah jauh dan menyadari bahwa penyesalan tiadalah berarti. Berawal dari diri kita dan bersama-sama saling mengingatkan demi memperoleh hasil yang memuaskan. Wallahu A’lam.
    Posting Komentar