• Breaking News

    Rabu, 23 Desember 2015

    Ibadah yang paling gratis, modal tipis labanya keren abis



    Ibadah yang paling gratis, modal tipis labanya keren abis
    Oleh : Oky Afrianto

    Banyak anekdot para insani berkembang akhir-akhir ini, terlebih mengenai beratnya tuntutan tuk mencari rido ilahi. Mereka yang berkata demikian mungkin belum mengerti dengan kondisi dan situasi yang mereka hadapi. Apalagi sekasar kasar hati mengatakan dengan lugas dan berani, “ menghindari dosa saja sulitnya sampai ke nadi, apalagi mencari pahala tambahan, pasti sulit sekali “.

    Tergerak tanganku tuk mulai menari dengan qalam ini. Huruf demi huruf kurajut demi terciptanya sebuah bunyi. Bunyi indah yang kelak didengar oleh orang-orang di sisi. Berbuah pahala bagi siapa saja yang menyanyikannya setiap hari. Kukutip bunyi ini dari semulia mulia kekasih ilahi di tengah bekunya kota Tripoli, inilah dia sabda Nabi yang kan slalu menghiasi setiap hati dan nurani :
    لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
    “ Jangan sekali-kali kamu remehkan sebuah amalan kecil meskipun itu hanya sekedar bermanis muka di depan saudaramu “
    Klise di atas menerangkan kepada kita bahwa menghargai saudara seiman itu sangat dituntut dalam ajaran agama kita. Barangkali kita terlalu picik dan dangkal dalam memahami konteks ibadah yang sesungguhnya. Kita berpikir bahwa sedekah itu membutuhkan modal, pengorbanan dan materi lainnya.

    Bermanis muka, senyum dan berseri-seri ketika bertemu dengan muslim lainnya merupakan suatu sikap yang tak berat untuk dilakukan. Memang enteng dan spele, namun tidak ada yang sia-sia di mata sang Khaliq. 

    Maka dari itu, marilah membiasakan tradisi senyum dan saling bermuka manis terhadap sesama, meski terlihat sederhana namun nilainya tak terhingga. Laksana sebuah butiran mutiara, ukurannya kecil dipandang mata namun harganya mahal tak terkira hingga menarik perhatian manusia di seantero dunia.

    Posting Komentar