• Breaking News

    Selasa, 05 Januari 2016

    Denyut Fajar


    Denyut Fajar
    By:
    غوسري


    Bacalah dengan penuh hikmat pada setiap baitnya!

    الحياة ما هي إلا قصة قصيرة

    من تراب على تراب إلى تراب

    ثم حساب فثواب أو عقاب

    فعش حياتك لله – تكن أسعد خلق الله

    Hidup ini hanyalah sebuah kisah pendek.
    dari tanah, diatas tanah, akan kembali ketanah
    kemudian akan dihisab, lalu diberi pahala atau hukuman
    karena itu, hiduplah untuk Allah niscaya engkau akan menjadi makhluk Allah yang paling bahagia.

    ***
    Dikelamnya malam, ditemani suara dentungan meriam yang sesekali masih  saja menggelegar, sebagai pengganti jangkrik-jangkrik yang alfa dari tugasnya. Kueja bait demi bait , menoreh tinta usang dilembaran suci .
    Hanya saja setelah membaca bait-bait diatas, mengajakku untuk berpikir beribu kali, merenung dan takut, betapa kehidupan dunia yang kita jalani saat ini, dunia yang kita kejar-kejar hari  ini, adakalanya sepoian angin merambah pejalan kaki, deburan ombak mengejutkan ikan dalam lamunan, kesibukan yang tak kunjung reda, kedamaian yang sesekali memenuhi relung hati, kepulan semangat atau kemalasan yang kadang menjangkiti, rasa takut kehilangan orang-orang terkasih, ketampanan dan kecantikan yang kian hari semakin memudar, balutan sutra yang tak menjenuhkannya atau hanya serpihan kain yang di sambung untuk sekedar melindungi auratnya, pondok yang meneduhkannya dari panas dan dinginnya udara, pendek kata “Dunia dan isinya akan lenyap-sirna ditelan masa”, sadarilah bahwa dunia takkan taubat dari fananya,  ia akan segera mati menghadap tuhannya, mati dalam perjalanan waktu, bosan dengan pemaksiat yang menggelinding diatas perutnya, yang kian hari semakin merajalela, Bahkan malaikat yg dikenal sangat menakutkan  itu akan mati bersama tangannya, tidak ada yang tersisa Kecuali Dzat yang Maha Kekal selamanya, Dia-lah  Allah SWT. Sebagaimana Qaul-Nya : 

    كل شيئ هلك الا وجه ربك
    "
    segala sesuatu akan musnah kecuali Allah SWT”

    Namun, Orang-orang masih  saja disibukkan oleh kehidupan dunia, dunia seolah takkan menepi dari genggaman dan pangkuannya, ia tidak lagi memiliki banyak waktu bahkan telah lupa waktu untuk sedikit menepis kehidupan dunia, melihat jauh kedepan untuk kehidupan akhirat yang jauh lebih utama?
    Terangnya, dunia telah menipu penghuninya dengan tipuan yang melenakan dan membuaikan, ia hadirkan gelas cantik dan piring berbunga, ia hiasi dengan aneka buah dan sayuran segar yang baru saja dipetik dari kebunnya, hingga pelahap-pelahap itu tersandar disofa empuk dalam  rasa kenyang dan bahagianya, ia hadirkan tontonan yang menggelakkan serta buku bacaan yang mengasyikkan,  ia buaikan dalam sutra penghangat tidurnya, ia hadirkan mimpi dan khayal terindah, hingga tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk sekedar berinteraksi dan membaguskan  komunikasi dengan Tuhan,  ia percikkan parfum terwangi hingga anjing-anjing datang menjilat, ia hiasi dengan nada yang menjadikan penyantapnya terlena mabuk bersama wanitanya.
    Oh dunia, kau telah menipu penghunimu. kau layani nafsu angkara, kau tebarkan senyum penuh pesona, hingga syahwat menjalar dibibir merah merona, club-club adalah pengisi malamnya, hotel adalah pelariannya, “Oh satu malam bersama dunia”.

    ***
    Ah .. Malam terlalu singkat untuk menuliskan dunia, inginku sedikit menyapa kakek-nenek dan segelintir pemuda, yang saat ini berurai air mata di sajadah tua, menangisi kebodohan didunia dan para pengikut setianya, takut menyesak dada akan meninggalkan generasi lemah bersama dunia yang penuh dengan tipuan dan senyum dusta pembawa duka, ia merintih memohon, Rabbi… jika saja dunia di belah saat ini, mungkin akan lebih baik dari pada harus melahirkan pendekar-pendekar durjana. Namun itulah kuasa tuhan, dan insan tiadalah punya daya. 

    لا حولا ولا قوة الا با الله العلي العظيم

    Oh dunia, aku hendak menangis, mengapa engkau malah tertawa? Aku lihat akhirat itu dekat, aku lihat api neraka itu menyala-nyala mengintai para penitis shirathal mustaqim yang siap oleng kedalamnya, disanapun terlihat tubuh-tubuh malang yang siap dilemparkan padanya, saat itu- semua menjerit meratap, menyesali diri dalam ketidakbergunaannya, yaa laytani andaikan aku- andaikan aku..

    ***
    Sahabatku- tentang Dunia, didalam hadis qudsi, Allah SWT  mewahyukan kepada Daud a.s melalui  firmanNya: “Wahai Daud, perumpamaan dunia laksana bangkai dimana anjing-anjing berkumpul mengelilinginya, menyeretnya kian kemari. Apakah engkau senang menjadi seeokor anjing, lalu ikut bersama mereka menyeret bangkai itu kian kemari?
    Wahai Daud, berlemah lembutlah dalam pembicaraan dan berlaku sederhanalah dalam berpakaian. Kemasyhuran namamu diantara khalayak ramai tidak akan identic selama-lamanya (dengan yang diperoleh) diakhirat .
    (HRQ al-Madani didalam kitabnya)

    Dalam denyutan subuh ini, teringat firman Allah yang Maha Benar:

    (كل نفس ذائقة الموت وانما توفّون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا الا متاع الغرور)
    “Setiap yang bernyawa akan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan segala pahala. Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surge, maka itulah kemenangan. Tiadalah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu”.

    Ketahuilah duhai sahabat, dimanapun kita berada, kematian selalu mengintai dan semakin mendekati, dan bila saatnya tiba, tak seorangpun dapat mengelakkan diri lari darinya, insan itu akan pasrah dalam kerelaan atau penyesalannya.
    karna itu, kunasehati diriku dan kita semua, mari kita tingkatkan kewaspadaan diri akan kematian yang bisa datang kapan saja, dan tanpa seizin pemiliknya malaikat akan merenggut nyawanya. Tidak ada yang mengetahui apakah ia  akan berakhir husnulkhatimah atau su’ulkhatimah?  Tugas kita adalah membaca buku kehidupan, merayap kemasa silam, mempelajari kesholehan dan kedurhakaan hingga kita sebagai insan yang diberi akal pikiran, dipersilahkan untuk menyimpulkan. Mudah-mudahan kita termasuk kepada orang-orang yang beruntung disisiNya.

    Posting Komentar