• Breaking News

    Rabu, 13 Januari 2016

    Oleh Uda Oky




    Kenapa harus lari dari masalah? Ada apa dengan dagumu yang selalu tertukur tatkala salah dan tegak mencongkak ketika benar?

    Haruskah masalah menjadi parameter utama dalam menentukan hidup seseorang? Masalah bukan untuk dikutuk, diumpat dan disesali, ia berjalan laksana awan mengiringi angin, tak pernah kesal ketika angin berhembus kencang dan tak pernah kecewa ketika angin berjalan sedu.

    Ingin rasanya kuukir melalui huruf huruf lisan ini setiap detik yang kualami, bergandengan tangan dengan masalah, berpeluk mesra dengan si gundah, dan menari indah dengan si gelisah.

    Masalah, apakah kehadiranmu merugikanku? Apakah kedatanganmu mengusik bahagiaku? Apakah munculnya kamu dan peranmu justru mengajariku agar lebih siap lagi ketika mendaki bukit yang melangit?

    Kau selalu membuatku bertanya-tanya pada alam dan semesta, kenapa kau tak biarkan daku menari dengan mereka dalam tawa riang dan sukacita?
    Apakah kau cemburu karena kehadiran mereka sangat dinanti sedang kehadiranmu sangat dibenci dan disesali?

    Apakah kau merasa tersiksa melihat mereka disambut dengan hati lapang sedang kau dengan hati gersang?

    Masalah, huruf-huruf mu menyakitkanku, lafazmu menyiksaku, dan bertemanku denganmu membunuhku.

    Tak kah kau punya malu menjadi benalu menghiasi hari-hariku yang berlalu dengan cahaya hitammu?

    Oh masalahku, setelahku terpejam dan terbangun lega dari tidurku, kusadari bahwa ku tak kan pernah mampu mengusirmu, maka dari itu hanya satu pintaku padamu.

    Tolong katakan pada Tuhan yang mengutusmu, meski aku kurang nyaman bersamamu namun aku bersyukur karena aku masih disayang oleh-Nya. Dia tidak mau aku tertipu oleh kesenangan Syaitan yang merayu sehingga Dia mengutusmu tuk menyadarkan aku dari mimpi kelamku.

    Namun begitu aku masih bertanya-tanya, setiap bahagia yang kuraih kenapa selalu kau rampas dan tak mau berbagi dua denganku???

    Aku masih menunggu jawabanmu, kini biarkan aku berlari dengan awan beningku. Biarkan langkah kakiku dan ayunan tanganku mengiringi angin yang membawaku ke arah dimana Tuhan memanggilku. Aku kan selalu menunggu jawabanmu.

    Oky Afrianto
    Posting Komentar