• Breaking News

    Rabu, 29 November 2017

    Manusia dijual di Libya?




    Berita ini begitu hangat dan tersebar begitu cepat oleh media. Facebook, twitter dan media social lainya merupakan tempat ternyaman untuk berita ini tersebar. Usut punya usut benar gak sih berita ini?.

    Senin, 27 Desember, kami perwakilan dari mahasiswa berbagai Negara di International Islamic Call College (IICC), Tripoli, Libya mendapat undangan dari Kementrian Luar Negeri Libya guna membahas isu yang bekembang tentang human trafficking. Dikabarkan bahwasanya orang-orang Afrika di jual di Libya. 

    Pada pertemuan ini dihadiri perwakilan mahasiswa dari Negara-negara Afrika diantaranya Niger, Nigeria, Senegal, Burkinafasso, Guinea Bisau dan kami turut hadir mewakili mahasiswa dari Asia yaitu Indonesia dan Thailand, selain itu Rektor IICC beserta wakilnya juga turut menyertai kami. Ketua-ketua kelompok orang Afrika di Libya juga ikut serta pada pertemuan ini, mereka diantaranya dari Gambia, Nigeria, Ghana serta banyak lagi dari Negara lain di Afrika.

    Dalam pertetemuan itu perwakilan Kementerian Dalam Negeri Libya, blak-blakkan menyampaikan bahwa isu tersebut hanyalah bohong belaka. Faktanya justru sebaliknya, Libya menerima dan menampung orang-orang Afrika yang masuk ke Libya walaupun tanpa visa dan paspor yang jelas. Banyak dari mereka yang sudah bekerja, hingga banyak juga yang menikah dengan orang Libya.

    Pernyataan itu dibenarkan oleh  ketua kelompok dari Gambia, dia mengatakan sudah hidup di Libya selama 45 tahun tidak pernah mendengar dan melihat isu tersebut, Beliau punya orang-orang di berbagai kota dan provinsi di Libya, tidak pernah isu tersebut sampai ketelinganya. Bahkan orang Libya sangat bersahabat, tambahnya.

    Ketua kelompok dari Nigeria juga mengeluarkan pernyataan yang sama, katanya orang-orang Libya selalu membantu dan mendukungnya dalam banyak hal. Dan isu orang Afrika di jual di Libya itu tidak benar.

    Pernyataan yang sama juga terlontar dari ketua-ketua kelompok lain dari negara berbeda yang ikut dalam pertemuan itu. 

    Jadi berita yang selama ini tersebar tentang penjualan manusia yang ada di Libya, itu adalah berita hoax, kami harapkan kepada siapapun (netizen) sebelum me-share berita ataupun informasi  harap di cek dulu  kebenarannya, karena setiap berita yang kita sebar jika tidak benar dapat merugikan orang lain dan diri kita sendiri, tentunya. 






    Oleh : Alvan Satria Shidiq
    Posting Komentar