Jumat, 01 Desember 2017

Inilah yang harus dipersiapkan Calon Mahasiswa Baru IICC sebelum berangkat ke Libya

Inilah yang harus dipersiapkan Calon Mahasiswa Baru IICC sebelum berangkat ke Libya 

Sempat beberapa kali terlontar pertanyaan-pertanyaan lucu kepadaku. Seperti orang yang sedang kebingungan. Misalnya:
“Kak! Apa saja yang harus dibawa ke Libya?”
“Bang! di Libya sholatnya harus pakai jubah ya? Kalau bawa sarung, di sana kepake ngga?”
“Perlu bawa kamus ngga?”
“Di Libya ada nasi ngga, Mas? Perlu bawa beras ngga?
“Apa yang harus kami persiapkan untuk perjalanan di pesawat?
Begitulah ...! Sebenarnya wajar sih kalau bertanya seperti itu. Aku pun, dulu sempat agak bingung juga. Waktu itu aku datang berenam pada penghujung musim dingin. Sedangkan kata seorang senior, kalau musim dingin tak cukup hanya memakai satu jaket saja. Apalagi jaket dari Indonesia harus dobel dua. Kalau tidak, Sang Dingin bisa menembus tulang-tulang.
“Memangnya ada salju, Kak?
“Tidak ada sih ... karena salju itu turun ketika suhu mencapai 3˚C, sedangkan di Tripoli, puncaknya dingin hanya 6˚C.”
“Wah, dingin juga ya? Di puncak Gunung Lawu yang aku rasa super dingin aja hanya 13˚.”
Aku pun mencari jaket yang tebal dan keren, tentu saja harganya mahal. Wal hasil, ketika sampai di Libya, ternyata di sana banyak jaket. Kalau mau pinjam kakak kelas, rata-rata minimal mereka punya lima jaket. Subhanallah ... aku tanya, “Kenapa banyak sekali jaket kakak? Itu semua beli?”
Nah, tahu begitu. Mendingan aku bawa jaket satu saja dari Indonesia, toh kalau masih kedinginan bisa pinjam kakak kelas dulu sementara. Kemudian suatu saat beli sendiri ke pasar, dan ternyata lebih murah dari pada di Indonesia. Udah begitu keren-keren lagi. Tapi sayangnya di akhir nanti biasanya ditinggal di Libya. Soalnya, pengalaman para senior, biasanya bagasi dan kabin kita akan penuh terisi buku. Untuk bawa oleh-oleh saja susah, apalagi mau bawa pakaian. Maklum tidak ada jasa pengiriman dari Libya ke Indonesia.
Okey guys ...! Now let’s to the point. Inilah sesuatu yang perlu dibawa calon Mahasiswa Baru Kuliyah Dakwah Islamiyah Tripoli Libya:

  1. Dolar Amerika
Saat ini, Anda cukup membawa minimal 250 dolar. 50 untuk perjalanan di pesawat (tidak termasuk tiket), dan 200 dolar insyaallah cukup untuk setahun ke depan (untuk laki-laki, kalau perempuan bisa ditambah sedikit). Kalau bisa lebih banyak lebih baik, asal tidak memberatkan.
Untuk kehidupan di sini, sebenarnya sudah ditanggung oleh pihak kampus. Semestinya jika ada mahasiswa baru datang, ia langsung mendapat mukafaah qudum (uang tunjangan kedatangan) sebanyak 15 dinar. Lalu mukafaah syahriyah (tunjangan bulanan) 75 dinar. Tapi, karena kondisi ekonomi Libya kurang stabil, terkadang uang itu tidak bisa langsung diambil. Harus menunggu tiga atau bisa jadi lima bulan baru dapat.
Waktu pertama kali kami datang ke Tripoli tiga tahun yang lalu, kondisi ekonomi masih stabil. Kami langsung bisa mengambil mukafaah. Dan waktu itu kurang lebih100 Dolar Amerika sama dengan 225 Dinar Libya. Jadi, mukafaah bulanan kami, 75 dinar  sama dengan sekitar 33 dolar, atau 445.500 rupiah.
Sekarang November 2017. 100 dolar sama dengan 910 dinar. Dan mukafaah syahriyah masih tetap 75 dinar. Berapa rupiah kira-kira uang bulanan yang kita dapat sekarang?

  1. Berkas atau surat-surat penting
Paspor, KTP, terjemah SKCK, Ijazah asli dan terjemahnya, Surat Kesehatan, Surat Tazkiyah (Rekomendasi), Terjemah Akta Kelahiran.

  1. Pakaian secukupnya
Siapkan seragam sekolah bebas (baju terserah, celana, dan sepatu). Pakaian sholat yang penting sopan dan rapi. Jaket tebal minimal satu, jika kamu datang pada musim dingin. Kaos, dll. Terakhir, bawalah pewangi seperti Kispray atau Rapika.
Jangan bayangkan seperti di Arab Saudi, semua orang pakai jubah atau gamis. Di sini, khususnya di dalam kampus jarang ada orang pribumi. Bisa dibilang 80% semua orang Non Libya, setiap orang sudah biasa memakai pakaian adat dari negara masing-masing. Ada yang bajunya seperti parasit, ada yang setebal karpet. Ada yang bagus dan keren, ada juga yang lucu. Tapi, itu semua sudah biasa. Tidak ada yang menertawai atau berkomentar aneh-aneh, kecuali orang Indonesia yang suka berkomentar.
Jadi,tak perlu bingung. Mau pakai jubah bisa, baju koko bagus, batik juga okey, pakay jas pun keren, pakai sarung juga boleh, asalkan bukan waktu belajar di kelas.   

  1. Baju Batik
Kenapa saya tulis ‘batik’ terpisah dengan pakaian di atas? Batik merupakan pakaian wajib Mahasiswa Indonesia. Ia merupakan ciri khas bangsa kita.
Biasa dipakai untuk seragam acara-acara besar KKMI. Kalau tidak punya batik, nanti ribet harus cari pinjaman.

  1. Mukena
Di Libya tidak ada yang jual mukena.

  1. Laptop, HP
Kalau punya laptop, silahkan dibawa. Kalau tidak punya tidak perlu susah membeli. Kita belajar pakai buku.
  1. Buku Bacaan
Semakin banyak orang membaca bukumu, maka pahala akan selalu mengalir. Maka alangkah baiknya jika kamu membawa buku terbaik untuk diinfakkan ke Perpustakaan KKMI.
Bagus juga membawa buku bacaan pribadi, supaya wawasan lebih luas. Tapi yang perlu diingat, suatu hari kamu bakal punya buku lebih banyak lagi. Tentunya akan kesulitan untuk membawanya pulang ke Indonesia.

Jika ada buku-buku yang berbentuk E-book atau PDF, bawalah sebanyak-banyaknya.

  1. Alat tulis
Bisa dibeli di Libya. Tapi kualitas alat-alat tulis di Indonesia lebih bagus.

  1. Alat MCK
Deterjen, Sabun, Sampo, Sikat gigi, dan lain sebagainya dipakai untuk sementara waktu. Lbih baik lagi bawa sikat gigi minimal tiga. Karena sikat gigi dari Indonesia lebih nyaman dipakai.

  1. Bumbu masakan Indonesia
Mahasiswa Baru, biasanya mereka harus adaptasi dulu dengan masakan yang disediakan oleh pihak kampus.

Kalau di Arab Saudi atau Mesir, mungkin tak perlu membawa bumbu-bumbu masakan Indonesia. Di toko-toko pasti mudah di dapat. Karena memang WNI di sana banyak.
Semenjak Presiden Muammar Kadafi tumbang, WNI di Libya sangatlah sedikit. Kami pun Mahaiswa hanya berjumlah 21 orang. Sebab itulah mencari barang-barang yang berbau Indonesia sangatlah langka.

  1. Obat-obatan
Pendidikan kedokteran di Indonesia lebih maju dibanding di Libya. Bahkan orang-orang Libya banyak yang ke Indonesia untuk belajar ilmu kedokteran, atau farmasi.
Banyak obat-obatan yang banyak dijumpai di Indonesia namun sulit dicari di Libya. Contohnya, obat penyakit caplak. Ada teman kami dari Turki yang terkena penyakit itu hampir sebulan lebih belum sembuh, malah caplaknya semakin banyak yang tumbuh. Padahal di Indonesia, itu penyakit yang sederhana. Tinggal dioles, beberapa hari kemudian caplaknya lepas sendiri.

Jadi, sediakan obat-obatan ringan yang sering dialami kebanyakan orang. Seperti obat sakit kepala, masuk angin, batuk, pilek, mencret, dll. Bawa juga habbatus sauda, balsem, dan minyak kayu putih. Terakhir, bawalah pelembab kulit, karena ketika musim dingin datang menyapa, kulit akan kering dan pecah-pecah.

  1. Oleh-oleh
  2. Sepatu Bola

Kamu hobi main bola? Di sini ada lapangan futsal gratis 24 jam.

Penulis: Abid (Dept. Jurnalistik)





Reaksi:

0 komentar: