• Breaking News

    Kamis, 24 Desember 2015

    Muslim Cerai Berai



    Muslim Cerai Berai
    Oleh : Alvan Satria Shidiq

    Sesuatu yang belakangan ini pernah hangat di Bumi Pertiwi, tetang umat islam yang semakin hari semakin terkotak-kotakkan oleh golongan dan kelompok mereka masing-masing. Tidak ada salahnya pada kelompok atau golongan, namun ego individu dan kurangnya pengetahuan agama yang mengeruhkan suasana. Sebagai seorang muslim saya merasa semua muslim di dunia ini adalah saudara  sebagai mana yang telah Allah jelaskan dalam alquran.
    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
    Artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara keua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (Qs al Hujarat:10)

    Persaudaraan, itulah yang terpenting. Ego dan kurangnya pengetahuan agama membuat kita menjadi orang-orang yang taqlid buta. Belakangan ini kita sama-sama mendengar dan menyaksikan tentang kelompok-kelompok di Indonesia yang saling tuding satu sama lain, menggap diri paling benar dan merasa yang lain salah. Tanpa sadar kita sudah mencederai hubungan persaudaraan sesama muslim. Bukankah muslim itu ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lain, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. :
    المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا (رواه البخاري ومسلم
    “Orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang memperkuat antara yang satu dengan yang lainnya.” (H.R Bukhari, Muslim)
     
    Sebuah bangunan, akan berdiri kokoh jika satu sama lain saling menguatkan, agar tak goyang oleh badai ataupun tak runtuh oleh gempa. Begitulah seharusnya kita sesama muslim saling menopang satu dengan yang lainnya. Belum lagi diera demokrasi ini kita mulai membenci satu sama lain, tidak lain hanyalah karena beda pandangan politik, lagi-lagi kita di kotak-kotakan dalam model dan bentuk lain. Sejatinya sesama muslim harus saling mencintai, sebagaimana yang telah di perintahkan oleh  Nabi Muhammad SAW. dalam sabdanya :
    عن ابي حفس عمر ءابن خطاب رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله وسلم
    لا يؤمن احدكم حتى يحب لاخيه مايحب لنفسه (رواه بخاري ومسلم
    “Seseorang di antara kamu tidak akan beriman (dengan sempurna) kecuali mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri” (H.R Bukhari, Muslim)

    Bayangkanlah betapa pentingnya persaudaraan antara sesama muslim hingga Rasulullah mengatakan tidak akan beriman seorang muslim jika belum mencintai saudaranya (sesama muslim). Sayangnya hal ini sangat bertolak belakang dengan keadaan umat islam hari ini. Kita hanya mementingkan pribadi, kelompok tanpa memandang kemaslahatan umat. Kita memang tak lahir di rahim yang sama, tumbuh di tanah yang berbeda bahkan tak saling tau satu sama lain, namun kita satu tubuh dalam kalimat Laa Ilaha Ilallah.

    Kapan islam akan jaya lagi?, jika kita masih saling kafirkan satu sama lain, tak adakah kerinduan akan kejayaan islam kembali?. Mari sama-sama kita renungkan hal ini, sudah saatnya umat islam bersatu, bukan bercerai berai lagi, kita hadang musuh dengan kebersamaan, yakinlah jika umat islam bersatu secuilpun tak aka ada yang berani menyinggung kulit kita. Allahu Akbar!!

    وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
    Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali ‘Imran ayat 103)

    Posting Komentar