• Breaking News

    Kamis, 14 Januari 2016

    Keutamaan Dzikir



    Keutamaan Dzikir
    Oleh : Riyadi S Harun

              Seseorang yang ingin berpergian ke suatu tujuan tentu membutuhkan informasi agar memudahkan dia sampai ke tempat tersebut dengan lancar. Baik itu informasi tentang jalur mana yang akan ia tempuh, dimana tempat yang cocok ia singgahi untuk beristihat sejenak sebelum nanti ia lanjutkan perjalanannya, maupun apa yang seharusnya ia lakukan agar perjalan yang akan ia tempuh sesuai dengan apa yang ia rencanakan. Begitu juga dengan hidup kita didunia yang serba sementara ini. Kita adalah umat yang hidupnya sangat bergatung kepada wahyu. Maka dari itu, tuntutan untuk mencari perintah-perintah Allah adalah suatu kewajiban yang seyogyanya harus kita lakukan. Sejak wafatnya Rasulullah SAW, para ulama-ulama (dari masa sahabat sampai sekarang) telah banyak melakukan rihlah ilmiah untuk dapat mengumpulkan informasi-informasi tentang apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan oleh manusia –perkara amar makruf dan nahi munkar-. Telah banyak karya-karya yang mereka tulis untuk kita manfaatkan sehingga kita yang hidup di zaman sekarang tidak perlu bersusah payah seperti yang mereka lakukan. 

              Seperti yang kita ketahui, begitu banyak sunnah-sunnah yang Rasulullah SAW ditinggalkan untuk kita amalkan. Namun, dalam kesempatan ini kita mencoba untuk mengajak saudara seiman agar mengamalkan suatu hal yang begitu mudah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dzikir.

    Dzikir merupakan salah satu perkara yang senantiasa dikerjakan oleh Rasulullah SAW, Ibnu Qayyim berkata, “Rasulullah SAW senantiasa berdzikir kepada ALLAH SWT. Nafasnya adalah dzikir, ucapannya adalah dzikir, dan perbuatannya adalah dzikir”. Jadi, Rasulullah SAW berdzikir kepada Allah setiap hari siang dan malam, hatinya selalu berhubungan dengan Allah walaupun pada saat yang bersamaan beliau sedang bersama orang lain.

              Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
    مثل الذي يذكر ربه والذي لا يذكره مثل الحي والميت
              “Perumpamaan orang-orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak mau berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari 6407)

              Berarti orang-orang yang tidak mau berdzikir kepada Allah adalah orang-orang mati. Walaupun mereka itu makan, minum, beraktivitas, akan tetapi pada dasarnya mereka itu tidak mengetahui apa-apa tentang hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jadi, sangat layak kita menyebutkan mereka itu adalah orang-orang mati.

    Jenis dzikir yang disukai Rasulullah SAW.
              Dalam shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
    لأن أقول : سبحان الله والحمد لله ولاإله إلا الله والله أكبر أحبّ إليّ ممّا طلعت عليه الشّمس
              “Sekiranya aku membaca Subhanallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Wallahu Akbar lebih aku senangi daripada (yang ada) sejak terbitnya matahari.” (HR. Muslim 2695)
              Dalam Sunan Tirmidzi juga disebutkan,
    من قال سبحان الله العظيم وبحمده غرست له نخلة في الجنّة
              “Barangsiapa mengucapkan Subhanallahil ‘azhim wa bi hamdihi, maka telah ditanamkan sebuah pohon kurma disurga.” (HR. Tirmidzi 3464, 3465)
              Berdasarkan hadits shahih, yang tersebut diatas merupakan dzikir yang sangat disukai Rasulullah SAW dan beliau senantiasa mengamalkan dalam hidupnya.
              Dalam buku “Jangan Takut Hadapi Hidup (edisi revisi)” karya Dr. ‘Aidh Abdullah al-Qarny disebutkan, sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim salah satu manfaat terbesar dari berdzikir adalah untuk menghilangkan kemunafikan. Hal ini disebabkan keengganan orang munafik untuk berdzikir kepada Allah. Jadi, salah satu cara jika kamu ingin mengetahui apakah kamu termasuk orang mukmin atau orang munafik, maka tanyakanlah kepada dirimu sendiri, “Apakah aku senantiasa berdzikir kepada Allah? Apakah aku hanya berdzikir kepada Allah ketika bersama oranglain saja? Sudah maksimalkah aku berdzikir kepada Allah?”.
              Jika kamu melakukannya, maka bergembiralah karena kamu termasuk orang beriman. Tapi jika tidak, menangislah dan mohonlah kepada Allah jika kamu ingin sampai ketempat dimana seharusnya kamu berada didalamnya, yaitu Surga.


    Posting Komentar