• Breaking News

    Kamis, 30 Mei 2019

    Umumkan Pemenang Lomba, KKMI Libya Ajak Seluruh Mahasiswa Berbuka Bersama




     Rabu, 29 Mei 2019 Selepas shalat ashar para mahasiswa Kuliyyah Dakwah Al-Islamiyah sudah siap mendengarkan hasil penjurian Musabaqoh Hifdzul Mutun yang telah diselenggrakan 2 hari yang lalu.

    Hasil dari pertimbangan para dewan juri melalui 3 kriteria penilaian. Kelancaran  (10), i’rob (10), dan nada (10). Berdasarkan perolehan nilai tertinggi, dari 23 peserta lomba, ada 6 nama yang keluar sebagai pemenang Musabaqoh Hifdzul Mutun. 3 pemenang untuk  kategori Matan Tuhfatul Athfal,dan 3 pemenang untuk kategori Matan Al-Mandzuumatu Al-Bayquniyah.

    Pemenang Lomba Hifdzul Matan Al-Mandzuumatu Al-Bayquniyah :

    1    1. Abdul Wahab ‘Umar (Ghina Kunari) dengan perolehan nilai 28,5
    2    2.  Imam Umar (Ghina Bisau) dengan perolehan nilai 28
    3    3.  Idani Karim (Burkina) dengan perolehan nilai 28

    Pemenang Lomba Hifdzul Matan Tuhfaatul Athfaal :

    1.  Idani Karim (Burkina) dengan perolehan nilai 28
    2.   Abu Bakar D. (Ghana) dengan perolehan nilai 27
    3.   Abdul Kabir K. (Burkina) dengan perolehan nilai 24

    Untuk peraih juara kedua dan ketiga pada kategori Matan Al-mandzuumatu Al-bayquniyah mendapatkan jumlah nilai yang seri, namun untuk penentuan peringkat ditetapkan mutlak oleh juri  berdasarkan penilaian penampilan peserta. Seluruh pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa sejumlah uang dan syahadah dari panitia penyelenggara lomba. Untuk penyerahan syahadah kepada para pemenang, diserahkan oleh Al-mukarram Asy-Syaikh Hamzah As-suwairi. Tidak hanya para pemenang, seluruh peserta lomba juga mendapatkan syahadah sebagai tanda peserta Lomba Hifdzil Mutun. Dan untuk syahadah ini diserahkan langsung oleh Al-mukarram Al-ustad Ahmad Anshori.

    Melihat antusias para peserta pada perlombaan ini, besar harapan agar kegiatan perdana ini mampu menjadi kegiatan unggulan KKMI setiap tahunnya. “ kegiatan musabaqoh ini sangat bagus, sangat bermanfaat bagi kita semua (mahasiswa), hanya saja perlu ditingkatkan khususnya dalam informasi mengenai penilaian, karena itu sangat penting. Dan alhamdulilah, berkat adanya perlombaan ini kita bisa sedikit mengulang hafalan yang sebelumnya sudah dikuasai. “ ujar Hanits Sholih Hisan, salah satu peserta lomba yang berasal dari negara Filiphine.

    Kegiatan ini, merupakan kegiatan perdana yang diadakan KKMI libya yang dibuka untuk umum, bagi seluruh mahasiswa kampus Kuliyyah Dakwah Al-islamiyah. Sebagai bentuk partisipasi KKMI dalam mengisi kegiatan khususnya di bulan Ramadhan ini. Dengan harapan mampu meningkatkan ukhwah para mahasiswa dengan latar belakang negara yang berbeda-beda. Juga mampu menjadi ladang bagi para mahasiswa untuk murojaah(mengulang) hafalan yang sebelumnya sudah mereka kuasai. Selain itu pula, sebagai bentuk motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan.

    “ Alhamdulilah, kami selaku panitia sangat bersyukur karena dapat memberi ruang Fastabiqul Khoirot kepada mahasiswa Kuliyyah Dakwah Al-islamiyah, dan cabang lomba yang kami adakan sendiri sangat berkaitan dengan disiplin keilmuan. Yakni Hifdzul Mutun Al-bayquniyah (matan Musthalahul Hadist) dan Tuhfatul Athfal (matan Ilmu Tajwid). Harapan kami dengan adanya momentum yang cukup strategis ini dapat dimanfaatkan serta dievaluasi nantinya. Guna meningkatkan mutu dan kualitas mahasiswa dalam mendukung pergerakan islam kedepannya sebagai bentuk pencetakan kader Da’i yang ‘alim dan berakhlakul karimah di alam semesta ini.” pendapat Muhammad Abdullah, selaku Sekertaris acara pada perlombaan ini.

    Setelah kegiatan ini usai, acara ini ditutup dengan agenda buka bersama Ittihad Indonesia, KKMI libya dimasjid Kuliyah. Dengan menggelar karpet dipelataran masjid kuliyyah, para panitia telah menyajikan menu berbuka seperti buah, air mineral, kurma dan tak ketinggalan menu andalan, yakni risol. Makanan bercita rasa gurih ini cukup dikenal dikalangan para mahasiswa Kuliyyah Dakwah Al-islamiyah. Sebab hampir disetiap agenda Ittihad indonesia yang mengundang para mahasiswa lainnya, Risol menjadi sajian andalan didalamnya, seperti pada acara Pentas Seni beberapa bulan yang lalu.

    Tentunya hal ini dilakukan untuk memperkenalkan ragam budaya indonesia, termasuk kulinernya.
    Sehingga sedikitnya, indonesia bisa lebih dikenal disini.

    Siapa kita ? INDONESIA !!!
    Siapa kita ? INDONESIA !!!






    Tidak ada komentar: