• Breaking News

    Sabtu, 15 Juni 2019

    Kunjungi Kuliyyah Dakwah Al-Islamiyyah, Staf KBRI adakan halal bihalal dengan KKMI libya




    Libya - Rabu, 12 Juni 2019 segenap staff KBRI Libya, mengunjungi kampus Kuliyyah Dakwah Al-islamiyah dalam rangka acara silaturahmi sekaligus Halal Bihalal dengan seluruh mahasiswa KKMI Libya. Dalam kunjungan kali ini dihadiri oleh Bapak Sugihartono, Bapak Untung Istiawan, Bapak Herman Arief, dan Bapak Mustafa Kemal Pasha. dalam kesempatan ini, meski dengan cuaca yang sudah memasuki musim panas, tak menyurutkan semangat para staff KBRI maupun Mahasiswa KKMI untuk dapat bertatap wajah. Acara ini merupakan agenda tahunan KBRI, namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mana KBRI mengadakan Open House. Kali ini pihak KBRI yang mengadakan kunjungan langsung ke kampus Kuliyyah Dakwah Al-islamiyah.

    Dibuka oleh Syukrianto, mahasiswa tahun 3 selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Sugihartono selaku (...) dalam sambutannya ini beliau juga menyampaikan nasehat teruntuk seluruh mahasiswa KKMI Libya “ sudah sepatutnya kita untuk menjaga ukhwah dan kekompakkan antar mahasiswa, serta menjalin komunikasi dengan para staff KBRI demi menjaga kekompakan dan kesatuan kita selaku duta Indonesia di Libya, karena kita disni membawa nama baik Indonesia “ ujar pak Sugihartono.

    Selain nasehat dari Pak Sugihartono, Pak Untung menyampaikan peringatan, bahwa dengan keadaan libya yang masih belum sepenuhnya stabil ini, diharapkan agar para mahasiswa selalu berjaga-jaga dengan keadaan sekitar. “akhir-akhir ini memang sudah jarang terdengar suara bom dan sejenisnya, namun kita masih harus tetap siaga. Jika keadaan semakin memburuk, langkah selanjutkan akan kita ambil tindakan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Semoga keadaan semakin membaik. Sehingga tidak mengganggu proses belajar “ ujar pak untung. Keadaan libya untuk sekarang, khususnya di kampus Kuliyyah Dakwah Al-islamiyah terbilang cukup aman, ditandai dengan pengaktifan kembali kegiatan kampus pada tanggal 16 juni 2019 nanti, setelah adanya libur ramadhan selama 1 bulan lebih kemarin. “Mengenai evakuasi sendiri hanya akan dilakukan jika keadaan benar-benar memburuk, bukan hanya dilihat dari segi peperangannya saja. Namun hal lain, seperti keamanan, bahan pangan yang sulit didapatkan dll itu bisa menjadi pertimbangan evakuasi. Tentunya kita juga turut memikirkan nasib para mahasiswa dan TKI lainnya. Namun sejauh ini memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, semua masih normal.” tambahnya. Semoga keadaan semakin membaik, sehingga tidak ada proses belajar yang tertunda atau bahkan terhenti.

    Acara ini diharapkan dapat lebih mempererat tali silaturahim antar mahasiswa dan para staff KBRI, mengingat semuanya adalah keluarga Indonesia yang sedang berada di negri orang.
    Setelah sambutan dan beberapa nasehat disampaikan, acara ini dilanjutkan dengan makan bersama yang sudah disediakan pihak KBRI. Semoga semakin mempererat ukhwah. Salam redaksi.

    (fina Septia)






    Tidak ada komentar: