• Breaking News

    Sabtu, 15 Juni 2019

    SALAD (Salam Qobla Dukhul)






    Assalamualaikum para pejuang nice weekend !! udah lapar mata belum nih ? jrengjrengjreng....

    Udah siap nyantap SARAPAN kita di weekend kali ini ? yuk siapin cemilan sambil baca wejangan kita biar gk laper beneran hihihi.

    Manteman sholih dan sholiha, menu weekend kita kali ini adalah “SALAD”. Hmmm.. seger bukan ? semoga bisa menyegarkan akhir pekan kalian yaaa..

    Before next, what is that ? salad sendiri bukanlah desert yang asing bagi kaum millenial, ada salad buah, salad sayuran dll. jika dahulu makanan ini terkesan sulit didapatkan, kini kalian tinggal buka gadget, klik aplikasi pesan antar makanan, dan bimsalabim, taraaaaa... salad sudah bisa kalian dapatkan ! yeay, semudah itu bukan ?

    Gimana, udah laper? Nahh.. kita akan menyajikan SALAD yang akan mengenyangkan hati dan fikiran kalian nih.. check it out guys !

    Salam. Apa itu salam ? menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) Salam sendiri memiliki arti 1. Damai. 2. Pernyataan hormat 3. Ucapan. Salam adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umat muslim. salam sendiri sering diucapkan tatkala bertemu dengan orang yang dikenal maupun tidak. Sebagai salah satu bentuk kasih sayang melalui sapaan salam.

    Bertemu dijalan, dirumah, atau ditempat umum sudah menjadi kebiasaan kita untuk mengucapkan salam. Ada beberapa hal mengenai salam :

    1. Salam merupakan hak seorang muslim atas muslim lainnya.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]

    Dari keenam hak muslim atas muslim lainnya, menjawab salam menjadi salah satunya. Ketika kita berpaspas an dengan muslim lainnya, maka hendaklah untuk mengucapkan salam meskipun itu adalah orang yang belum kita kenal.


    2. Mendapat pahala jika menjawabnya dengan sempurna.

    وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

    Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.

    Salah satu keutamaan mengucapkan salam adalah ketika kita menjawabnya dengan lafadz yang baik dan sempurna, maka semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan. Meski kelihatannya ringan, ternyata menjawab salam memiliki pahala yang besar. Nahh, untuk itu raih pahala besar dengan menjawab salam yang sempurna ya kawan !

    3. Mengucapkannya sunnah, dan menjawabnya menjadi fardhu ‘ain/ fardhu kifayah 

    Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan salam.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

    Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa mengucapkan salam adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW. Namun, hukum dalam menjawabnya sendiri menjadi fardhu. Baik fardhu ‘ain ataupun fardhu kifayah . menjadi fardu ‘aini ketika kita berjalan sendirian dan berpaspasan dengan seseorang yang mengucapkan salam. Dan akan menjadi fardhu kifayah ketika kita berjalan dengan beberapa orang dan berpaspasan dengan seseorang yang mengucapkan salam.


    Nahh. Itu tadi beberapa hal mengenai salam. Lalu, bagaimana jika kita mengucapkan salam ketika hendak memasuki rumah yang tidak berpenghuni ? ini point penting yang akan kita bahas kali ini.

    Pernah gak sih, kalian memasuki rumah yang tidak berpenghuni ? haruskah kita mengucapkan salam ?

    Jawabannya adalah sunnah, namun jika kita hendak memasuki rumah yang tak berpenghuni bukan mengucapkan “assalamualaikum” seperti ucapan salam ketika kita bertemu dengan orang lain.

    Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,


    إذا دخل البيت غير المسكون، فليقل: السلام علينا، وعلى عباد الله الصالحين


    “Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin (salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang sholeh)” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17).

    Dari hadis ini cukup jelas, makna “assalamu’alaina” maksudnya, adalah agar kita berdo’a untuk diri kita sendiri terlebih dahulu. Dan “ibaadihi sholihin” ditunjukan kepada hamba Allah.

    Bagaimana sahabat KKMI ? adakah dari kita yang lupa memberi salam ketika memasuki rumah yang tak berpenghuni ? hihi.. semoga tidak yah. Karena, meskipun rumah itu kosong dari penghuninya, bukan berarti rumah itu pun kosong dari makhluk lainnya. Sebab disetiap tempat pasti memiliki penghuni. Dan salam adalah salah satu bentuk do’a sederhana untuk para makhluk Allah . “as-salamu” yag berarti keselamatan.

    Yuk, mulai perbaiki salam kita. Hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menambah pundi-pundi amal kita. Allah sangat menyukai amalan sederhana, yang dilakukan terus menerus. Jadilah pejuang sunnah !


    Wassalamualaikum wr.wb

    (Fina Septia)

    Tidak ada komentar: