• Breaking News

    Selasa, 29 Oktober 2019

    Pemanfaatan Sampah Plastik, KBRI Tripoli-Libya Rangkul Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta beserta KKMI Libya Adakan Seminar Online




    kkmilibya.com, Libya - Sebuah ide, gagasan, atau pemikiran tidak hanya bisa didapatkan dibangku sekolah atau perkuliahan saja. Melalui alam, terkadang banyak pelajaran kehidupan yang mampu kita serap. Pada hari senin kemarin, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Senin, 28 oktober 2019 segenap Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya dan segenap perwakilan dari KBRI Tripoli bekerja sama dengan Bina Usaha Lingkungan di Jakarta serta Kuliyyah Dakwah Islamiyyah melakukan seminar virtual tentang daur ulang sampah kepada seluruh jajaran mahasiswa dan para civitas akademik Kuliyah Dakwah Islamiyah dengan tema “Min Nifaayat Tajlibul Faidah”. Seminar perdana ini tentu atas bentuk kepedulian warga Indonesia terhadap negara Libya sendiri. 

    Dengan menampilkan beberapa video tutorial mendaur ulang sampah seperti botol, plastik, tutup botol dll oleh para penggiat daur ulang sampah dan diterjemahkan kedalam bahasa arab oleh saudara Zakki Imamuddin dan Alvan Satria Shidiq. Para pendaur ulang sampah yang tergabung dalam kelompok Pegiat Daur Ulang diantaranya Bapak Bob Novandi, Ibu Ekawati Prayitno S.Pd, Ibu Sri Endarwati, Ibu Rida Widya,Ibu Tri Sugiarti, dan Ibu Lynde Sitepu. Selain itu, pada kesempatan kali ini juga menayangkan salah satu tempat daur ulang sampah yang berada di Indonesia yakni di Bantar Gebang yang mana tempat ini telah disulap sedemikian rupa dengan ditanami pepohonan sehingga tempat pendaur ulang sampah ini jauh dari kata kumuh bahkan kini terlihat lebih asri.

    Bapak Dr.Ir.H.Djoko Rianto M,si. Selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jakarta turut serta memberi sambutan dalam seminar ini “gerakan ini sangat bermanfaat untuk semua, dan sebagai bentuk silaturahmi antara Indonesia dan Libya. Sebagai ajakan untuk peduli terhadap sampah dilingkungan sekitar” ungkap beliau disela-sela sambutannya.

    Antusias para peserta seminar cukup baik. Mereka tak hanya diajak untuk peduli terhadap lingkungan, tetapi juga ditunjukan beberapa cara untuk memanfaatkan sampah agar menjadi sesuatu yang bernilai.Tentunya ini sebagai acuan semangat untuk lebih mampu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.”harapannya semoga tidak terhenti sampai disini, dan bisa melakukan gerakan yang lebih besar untuk membawa libya lebih baik lagi terkhusus dibidang kebersihannya” ungkap Bapak Ammar Ma'ruf selaku KUAI Tripoli yang juga turut hadir dan memberika sambutan.

    Beberapa mahasiswa Indonesia di Libya juga ikut berpartisipasi dalam membuat karya seni dari sampah. Dengan ini, mereka meyakini bahwa semua yang sudah terpakai tidak harus berujung dikotak sampah begitu saja, bisa dimanfaatkan menjadi benda-benda yang bernilai seni..

    Pihak kampus sendiri sangat menyambut baik acara ini. Dengan melibatkan hampir seluruh mahasiswanya, acara ini diharapkan mampu memberi pengaruh baik. Sambutan selanjutnya yang Diwakili oleh ustad Ibraheem Raboo selaku wakil 'amid KDI. Beliau mengungkapkan “ kami sangat senang, dan sangat berterimakasih kepada seluruh mahasiswa Indonesia, pihak KBRI maupun para penggiat daur ulang sampah di Indonesia atas acara yang luar biasa ini. Semoga selalu terjalin ukhwah antara Indonesia dan Libya terkhusus dengan Kampus Kuliyah Dakwah Al-islamiyah. Semoga kepedulian ini mampu membawa perubahan untuk kebaikan negara Libya kedepannya dimulai dari kepedulian terhadap sampah sekitar.”

    Dalam seminar juga dibuka sesi pertanyaan untuk para peserta. Nyatanya dengan memperlihatkan beberapa karya seni dari bahan baku sampah ini cukup menarik perhatian mereka untuk mengetahui lebih lanjut. Bahkan ada salah satu mahasiswa yang sangat ingin dibuatkan video tutorial mendaur ulang sampah dengan menggunakan bahasa arab agar merka lebih mudah memahami kemudian mempraktikannya. Harapannya acara yang merupakan langkah awal menuju Libya yang lebih baik ini mampu menjadi contoh tersendiri bagi seluruh warga, terkhusus mahasiswa Internasional yang sekarang mendiami negara ini. Karna sampah adalah sebuah permasalahan jangka panjang yang terus ada, sehingga perputarannya akan berdampak jika tidak ditanggulangi dari sekarang. Tentu ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan alam, dari kerusakan-kerusakan akibat sampah yang tidak terurus dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Mari peduli sampah, mari selamatkan bumi !












    Beberapa karya dari Mahasiswa indonesia :







    Jurnalis
    Fina Septia



    Tidak ada komentar: