• Breaking News

    Jumat, 11 Juni 2021

    PENDEKATAN SECARA ILMIYAH "ALBURUJ" DALAM LITERATUR ISLAM DAN ASTRONOMI





    Alquran tidak hanya mencakup tentang agama saja, tapi secara garis besar, alquran membahas ruang lingkup keilmuan lainnya, seperti geografi, astronomi dan sebagainya. Hal ini  menegaskan  keuniversalannya  sepanjang masa. Tak jarang kita temui dalam beberapa redaksi ayat, Allah bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya, yang mengisyaratkan  keagungan terhadap benda tersebut. Allah SWT. berfirman  : "Demi langit yang mempunyai rasi bintang,"(QS. Al-buruj: 1). Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan langit yang memiliki rasi bintang. Secara tidak langsung Allah menegaskan tentang keagungan salah satu ciptaan-Nya. Menyingkap rahasia dibalik tabir ini, sebagai bentuk wujud dari merenungi akan kekuasaan-Nya serta menjadi suntikan keimanan kita untuk senantiasa  meyakini hakikat ketuhanan dari tanda-tanda yang telah Allah tunjukkan kepada  manusia sebagai makhluk berakal. Allah SWT. berfirman: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal," (QS. Ali-Imran : 190).

     Secara literatur makna, Al-buruj bisa diartikan  benteng istana yang tinggi, serta tempat peredaran planet. akan tetapi dalam ayat ini yang dimaksud berupa tempat peredaran  dua belas planet. Di dalam alquran kata Al-buruj terdapat di empat ayat berbeda, diantaranya Q.S. An-Nisaa :78, Q.S. Al-Hijr : 16, Q.S. Al-furqan : 61 dan terakhir Q.S. Al-buruj :1.

     Secara terminologi, Rasi bintang  adalah kumpulan bintang yang berjumlah dua belas dan masing-masing mempunyai bentuk tertentu. Karena revolusi bumi mengelilingi matahari yang memakan waktu selama setahun matahari (365 hari), posisi matahari saat terbit dan terbenam menjadi berubah setiap bulan. Oleh sebab itu, satu tahun matahari dibagi menjadi dua belas rasi dan dua belas bulan. Rasi bintang di langit adalah jalan yang bersifat statis dan sudah ditentukan bagi planet-planet, di mana planet tidak bisa menyimpang dari jalan itu. Jalan itu bukanlah jalan yang acak-acakan, tetapi saling terkait dalam hal keteraturan dan kekukuhan, seperti tekstil yang dipintal dengan sangat kuat dan rapi, dan dilewati dengan tujuan tertentu yang jelas. Allah SWT. berfirman: "... Masing-masing beredar pada garis edarnya."(QS. Yasin : 40).

     Apakah rasi dan gugusan bintang itu sama? Nyatanya tidak, perlu diketahui bahwa rasi  itu berbeda dengan gugusan bintang, sederhananya jika gugusan bintang itu kumpulan bintang  yang terlihat dekat satu sama lain serta memiliki asal usul yang sama, sebaliknya rasi bintang sekelompok bintang yang tidak memiliki hubungan sama sekali bahkan jarak antar bintang bisa mecapai ribuan tahun cahaya.

    Para ilmuwan terus mengkaji benda-benda dilangit dengan menciptakan alat yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu, yang mana penelitian ini secara tersirat membantu para ulama tafsir dalam menyingkap ayat-ayat kauniyah yang membutuhkan kajian ilmu pendamping agar dapat menggali informasi didalamnya serta  memetik hikmah dibalik penciptaan tersebut, kemudian meyakini bahwa Allah tidak akan menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Allah SWT. berfirman: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 191).

    Rasi bintang telah digunakan sebagai penunjuk arah oleh bangsa Yunani kuno pada zaman dahulu. Sebelum adanya System navigasi satelit yg sering kita kenal dengan sebutan GPS, para nelayan menggunakan rasi bintang sebagai petunjuk dalam berlayar. Hingga kini rasi bintang memberikan manfaat yang besar bagi astronom dalam mengidentifikasi wilayah langit dan penelitian lainnya. Anthony Cook, pengamat astronomi di Observatorium Griffth di Los Angeles mengatakan bahwa pola rasi bintang berguna untuk menghafal letak bintang dilangit.

    Jika kita menarik garis di antara pola bintang maka membentuk gambar tertentu.  Meskipun pola ini tidak berbentuk tetap, tetapi perubahan yang terjadi pun sangat lambat yaitu setiap ratus juta tahun, hingga saat ini terdapat 88 rasi bintang yang diakui secara resmi. Dalam ilmu astrologi terdapat 12 rasi bintang yang dijadikan zodiak, mereka meyakini pola bintang dilangit membentuk dewa-dewa mereka.

    ·    Islam dan Astrologi

    Dahulu, orang percaya bahwa bintang-bintang dan benda-benda langit adalah dewa-dewa yang mempunyai pengaruh pada bumi dan isinya. Kemudian, para peramal membuat semacam peta bagi setiap orang sesuai dengan posisi bintang-bintang saat kelahirannya. Sebab, menurut mereka, posisi  bintang dapat mempengaruhi sifat dan pembawaannya, bahkan menentukan peristiwa-peristiwa yang dialaminya serta menentukan pula saat kematiannya. Selain itu, masyarakat Arab pada masa jahiliyyah juga memercayai hal ini. Ketika Islam datang, Islam tidak merestui pendapat tersebut. Karena itu, ilmu perbintangan (astrologi, bukan astronomi) dimasukkan oleh Nabi sebagai bagian dari ilmu sihir. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mempelajari satu ilmu dari bintang-bintang (astrologi) maka dia telah mempelajari satu bagian dari sihir. Sihirnya akan bertambah dengan bertambahnya ilmu perbintangan itu.”

    Seiring perkembangan zaman, para Ilmuwan muslim terus  mengkaji tentang rasi bintang, pada tahun 150 M salah seorang putra Mesir bernama ptolemeus berhasil mengidentifikasi  48 jenis rasi bintang yang dihimpun dalam bukunya almagest alumni dari institute alexandria. Yang kemudian terus dikaji lebih lanjut oleh ilmuwan lainnya di tahun-tahun berikutnya dalam mengembangkan, merevisi serta menambahkan point-point substansial. Kemudian membersihkan dari mitos-mitos yang terdapat dalam odran astrologi  dan sihir hingga membuat catatan dari diekstrapolasikan berdasarkan pengamatan.

    o   Contoh rasi bintang :

        1.  Rasi Bintang Ursa Major

    Ursa Major atau rasi bintang Biduk ini merupakan rasi bintang yang cukup terkenal karena jasanya dalam menjadi penunjuk arah utara. Pola yang paling terkenal dari rasi bintang ini memiliki pola yang berbentuk seperti gayung.

        2. Rasi Bintang Scorpion

    Rasi bintang ini merupakan rasi bintang dengan kombinasi bintang yang cukup banyak sehingga lumayan sulit untuk ditemukan.

         3. Rasi Bintang Orion

    Rasi bintang Orion adalah rasi bintang yang cukup mudah ditemukan terutama di langit bagian barat. ciri khas dari rasi bintang ini adalah 3 buah bintang yang berjejer dan membentuk graf atau pola garis lurus.

    ·                     Manfaat rasi bintang bagi manusia

       Prof Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Mishbah menjelaskan, terdapat tiga hal sebagai fungsi bintang-bintang, antaranya :

    1.   sebagai hiasan langit Allah SWT. berfirman: "Dan sungguh, Kami telah menciptakan rasi bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya)," (QS. Al-Hijr: 16) ,

    2.    pelontar setan, Allah SWT. berfirman: "Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala”. (QS. Al-Mulk : 5),  

    3.    petunjuk arah bagi manusia, Allah SWT. berfirman: "Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui”. (QS. Al-An’am : 97).


    ·                     Kesimpulan

    Rasi bintang  adalah kumpulan bintang yang berjumlah dua belas dan masing-masing mempunyai bentuk tertentu. Rasi bintang berjumlah 88   yang diakui hingga saat ini oleh para astronom.

    Allah tidak menciptakan segala sesuatu itu dengan sia-sia, karena pasti dibalik itu terdapat hikmah dan manfaat bagi manusia serta bukti kekuasaan Allah. Dan memperkuat kemukjizatan Alquran yang merupakan kebenaran dari Tuhan terhadap hambanya agar terus mengambil pelajaran dari ciptaan-Nya.





    oleh : Yazid Ikram


    sumber :

    1. my-bukukuning.blogspot.com

    2. muslim.okezone.com

    3. www.infoastronomy.org

    4. Lisanul arab ibnu manzur

    5. Tafsir munir

    6. Ruhul quran tafsir juz amma

    1 komentar:

    Anonim mengatakan...

    Allah ❤❤❤