Langsung ke konten utama

ULAMA YANG ISTIQOMAH DALAM HADIST HINGGA KEHENINGAN TERAKHIR | oleh BURHANUDDIN AL-FARHANI




 الحمدلله حمدا كثيرا طبيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى ،أشهد ان لا الٰه الا الله وحده لا شريك له وأ شهد أن محمد عبده ورسوله

Siapakah yang membuat Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah rela meninggalkan sholat

sunnah dan hanya melaksanakan sholat wajib demi bermudzakarah dengan anak muda itu ?

Bahkan sampai Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan : “Tidak ada ulama yang pernah kami

temui seperti dia .Ia adalah seorang pemuda yang bernama Abu Zur’ah Ar Razi rahimahullah.Di masa kecilnya ada seorang ulama yang berfirasat bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi

orang besar ,hafidzul quran ,ahli ilmu,dan banyak hal.Ibrahim bin Musa Ar Razi adalah guru

pertamanya beliau.Dan dari gurunya juga Abu Zur’ah mencatat hadist 100,000 riwayat diusianya yang masih belia.

 Ahmad bin hanbal berkata : “Ada lebih dari 700,000 hadist shahih ,namun pemuda ini – Abu Zur’ah Ar Razi telah menghafal 600,000 hadist .Dan Abu Zur’ah pernah berkata: “ Setiap kali

telingaku mendengar ilmu ,hatiku pasti langsung mengukirkannya dengan kuat ,seringkali aku

harus menutup kedua telingaku ,disaat melewati pasar kota Baghdad karena melintasi di depan

toko-toko yang memperdengarkan suara para perempuan yang bernyanyi ,aku khawatir jika

mendengarkannya ,hatiku pun langsung mengukirkannya dengan kuat.Kemasyhuran Abu Zur’ah

di dalam ilmu hadist telah menyebar ke seluruh penjuru dunia islam ,dan beberapa murid beliau

diantaranya Imam Muslim,Imam Tirmidzi,An-Nasai,Ibnu Majah,Ishaq bin Musa,Abu Hatim.

 Rihlahnya untuk mempelajari ilmu hadist pertama kali pada usia 13 tahun ke Kufah.Disana

menetap selama 10 bulan.Abu Zur’ah Ar Razi berkata: “Aku menghabiskan waktu selama 4

tahun lebih 6 bulan dalam rihlah keduaku ke Syam ,Irak,dan Mesir.Selama itu aku tidak pernah

memasak barang seperiukpun dengan tanganku sendiri.Coba bayangkan perjuangan dan

pengorbanan beliau dalam rihlah/menuntut ilmu ,atau berapa jarak yang beliau tempuh

,bahkan ancaman gangguan perampok di jalanan atau biaya yang sangat banyak di dalam perjalanan.

 Ketika itu Abu Ja’far Muhammad bin Ali juru tulis Abu Zur’ah berkata : “Kami menjenguk Abu

Zur’ah di Masyahran yang sedang dalam sakaratul maut dan disitu ada Abu Hatim ,Ibnu Warah

,Al Mundzir bin Syadzan dan ulama ulama yang lainnya .Mereka kemudian menyebut hadist

tentang talqin : لقّنوا موتكم لا إله الا الله .Tetapi mereka segan mentalqin Abu Zur’ah Ar Razi ,lalu

mereka berkata : “Mari kita bacakan hadistnya.

*Ibnu Warah berkata : “ Telah menceritakan kepada kami Abu Ashim , bahwasanya dia berkata

:”Telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far dari Shalih sampai mengatakan Ibnu

Abi ,tapi tidak bisa menyelesaikannya .

*Lalu setelah itu Abu Hatim maju dan berkata : “Telah menceritakan kepada kami Bundar

,bahwasanya dia berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari Abdul Hamid bin

Ja’far dari Shalih akan tetapi setelah itu tidak dapat menyelesaikannya ,sementara yang lain diam.

*Maka dalam kondisi sakaratul maut Abu Zur’ah Ar Razi berkata : “Telah berkata menceritakan

kepada kami Bundar bahwasanya dia berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari

Abdul Hakim bin Ja’far dari Shalih bin Abi Arib dari Katsir bin Murrah dari Muadz bin Jabal

Radhiyallahu Anhu berkata: “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa pada akhir perkataannya mengucapkan Laa Ilaahaillah maka dia akan masuk

surga.”Lalu setelah mengucapkan itu Abu Zur’ah Ar Razi menghembuskan nafas                             terakhirnya.Itulah seorang ulama yang senantiasa istiqomah dalam hidupnya untuk mempelajari hadist Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam.Semoga Allah merahmatinya dan bermanfaat bagi muslimin seluruhnya.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan     informasi yang cukup bagi para pembaca.





Burhanuddin AL-FARHANI  

Dep. Kesejahteraan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDAFTARAN | Program Beasiswa Islamic Call College, Libya | S1, S2, S3 | 2023

Assalamualaikum sobat Penutut Ilmu, gimana Kabarnya kalian, Semoga Selalu dalam Keadaan Sehat wal 'afiat dan Selalu Dalam Lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala Amin ya rabb Al- amin.  Alhamdulillah segala puji bagi Allah, setelah menunggu kurang lebih 3 - 6 Bulan Akhirnya atas izin Allah SWT. Pendaftaran Program Beasiswa Islamic Call College, Libya  resmi dibuka. Nah, bagi sobat Penutut Ilmu yang berminat untuk Melanjutkan Studi S1, S2, S3-nya di Negara yang dijuluki seribu Huffadz ini, bisa nih untuk Mendaftar kan diri. Berikut  Syarat - syarat yang harus dipenuhi  : PROGRAM SARJANA S1 PERSYARATAN  1. Sehat Jasmani dan Rohani 2. Usia 17 sampai 23 Tahun. 3. Melampirkan Berkas- berkas Yang Dibutuhkan 4. Dinyatakan lulus tes Penerimaan   5. Telah Lulus dari Jenjang SMA\SEDERAJAT Dengan nilai Minimal JAYYID JIDDAN  6. Mengisi formulir pendaftaran 7. Terakhir Pengumpulan Berkas untuk jurusan umum 1 April 2023  6. Terakhir Pengumpulan Berkas untuk jurusan agama Islam 20 April 2023  BE

Materi Marhala Dasar, Belajar Bahasa Arab KKMI Libya Via WhatsApp

الكَلَأمُ (    Al-kalam ) A.     تَعْرِيْفُ الكَلَامِ   ( Pengertian Kalam )             الكَلَام ( Kalam ) berasal dari Bahasa Arab, yaitu كَلَّمَ - يُكَلِّمُ   yang artinya berbicara. Sedangkan, kata الكَلَام artinya perkataan atau pembicaraan. Definisi Kalam menurut Ahli Nahwu النَحْوُ     adalah : الكَلاَمُ هُوَ اللَّفْـــظُ المُرَكَبُ المُفِيْدُ بِالوَضْـعِ Kalam adalah suatu perkataan yang tersusun yang memberikan faedah atau makna yang lengkap. Jadi, Kalam dalam Bahasa Arab   memiliki 4 syarat, yaitu : 1-       اللّفْظُ ( Al-lafzu ) yaitu suara ucapan kalimat atau perkataan. Contohnya : المَسْجِدُ   ( Masjid ) كِتَابُ   ( Kitab ) كُرَّاسَةٌ ( Buku tulis ) قَلَمٌ   ( Pena ) dan lain sebagainya. 2-       الْمُرَكَبُ ( Al-Murakabu ) yaitu yang tersusun, kalam yang kita ucapkan mesti tersusun dari dua kata atau tiga kata atau lebih dari itu. Contohnya : ذَهَبَ مُحَمَّدٌ إِلى المَدْرَسَة   ( Muhammad pergi ke sekolah ) مُحَمَّدٌ قَائِمٌ   ( Muhamma

ENGLISH LOOP : 10 SLANG MILENIAL POPULER

  Oleh Immas Redeon Sabtu, 05 september 2020   Sejarah singkat bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah bahasa Jermanik yang berkembang pada abad pertengahan. English sendiri berasal dari epinom  Angle , suku yang mendiami wilayah Anglen, Jerman utara. Pada awalnya, bahasa Inggris berkembang di kerajaaan Anglo-Saxon Britania, lalu mendapat pengaruh dari bahasa Norse Kuno setelah penaklukan Viking pada abad 10.  Penaklukan Normandia terhadap Inggris pada abad 11 menyebabkan bahasa Inggris juga mendapat sedikit pengaruh dari bahasa Prancis (Norman). Pada abad 15, Bahasa Latin juga ikut berperan mempengaruhi perkembangan bahasa Inggris. Perpaduan dari berbagai bahasa ini menyebabkan dialek bahasa Inggris sangat beragam bentuknya. Mulai dari ejaan, penulisan, bahkan istilah (idiom). Di era modern ini, secara umum ada dua jenis bahasa Inggris yang dijadikan acuan internasional, yakni English America (bahasa Inggris Amerika) dn English British(bahasa Inggris Britania). Bahasa Inggris adalah bah