• Breaking News

    Jumat, 11 Juni 2021

    ILMU ITU ADALAH RASA TAKUT KEPADA ALLAH TA'ALA



    Allah Ta'ala berfirman ;

     

    إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰؤُاْ

    Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (QS. Al- Fathir : 28 )

    فكل من كان بالله أعلم؛ كان أكثر له خشية، وأوجبت له خشية الله الانكفاف عن المعاصي والاستعداد للقاء من يخشاه، وهذا دليل على فضيلة العلم؛ فإنه داعٍ إلى خشية الله، وأهل خشيته هم أهل كرامته؛ كما قال تعالى:

    ﴿ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ (8) ﴾ [البينة: ٨]  تفسير السعدي

    Oleh karena itu, orang yang lebih mengenal Allah, maka akan bertambah rasa takutnya, di mana hal itu akan membuatnya menahan diri dari maksiat dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Dzat yang dia takuti. Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu, karena ilmu menambah seseorang takut kepada Allah, dan orang-orang yang takut kepada Allah itulah orang-orang yang mendapatkan keistimewaan dari-Nya, sebagaimana firman Allah Ta’ala ;

    Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al -  Bayyinah : 8)

    ( Tafsir As-sa'diy )

     

     

    عن مسرق رحمه الله قال : " بحسب المرء من الجهل أن يعجب بعمله و بحسبه من العلم أن يخشى الله

    Masruq rahimahullah berkata : "cukuplah seseorang itu dikatakan bodoh jika ia ujub terhadap ilmunya, dan cukuplah seseorang itu dikatakan berlimu manakala ia takut kepada Allah"

     

    رأس العلم خشية الله فإن لم توجد فما ثم علم ، فإن انضم إلى هذا عجب من المرء بعلمه،  فهذا استحكام الداء الذي ترامى بصاحبه إلى الهلاك و العطب

    ( التحف بالمأثور عن السلف، ص 14-15، للشيخ عبد الرزاق بن عبد المحسن البدر )

    Intinya Ilmu adalah rasa takut kepada Allah, kalau tidak  ada rasa takut bukanlah disebut ilmu, adapun jika ia bercampur dengan ujub terhadap ilmunya, maka ini adalah penyakit yang terus-menerus yang di tujukan kepada pemiliknya kepada kerusakan dan kebinasaan

    ( At-tuhafu bil Ma'tsur 'an Assalaf, hal 14-15, karya Asy-Syaikh 'Abdurrozaq bin 'Abdul Mushin Al- Badr )

    Inilah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang memberikan petunjuk bagi pemiliknya kepada jalan yang benar dan menambah rasa takut kepada Allah Ta'ala. Semoga Allah Ta'ala karuniai saya dan kita semua ilmu yang bermanfaat.

    اللَّهُمَّ إِنِّا نسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

    Ya Allah ! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang di terima.

    Akhukum fillah

    Syukri Abdullah

    Tidak ada komentar: